Mata

Bersama : Prayoga Gemilang

Mata adalah cermin jiwa. Mulut seseorang bisa saja berbohong, namun matanya tidak akan pernah bisa berbohong kepada siapapun jua. Lihatlah seseorang dari matanya, maka Anda akan melihat bagaimana kebersihan hatinya.

Mata seorang yang takwa dan selalu dekat kepada Allah, sungguh merupakan sebuah kekuatan yang bisa mengubah persepsi. Seperti dikisahkan, ketika sebagian penguasa dari golongan tabi'in mengutus delegasi untuk mengumpulkan jizyah dari orang-orang kafir, ternyata mereka menolak untuk membayar. Salah seorang utusan lalu bertanya, "Mengapa Anda menolak membayar kepada kami ? padahal Anda membayar jizyah kepada para pendahulu kami ?"

Seorang kafir berkata, "Pengaruh yang kuat sungguh dimiliki pandangan kekasih Allah. Aku melihat, Ia bisa merubah nasib ribuan orang."

Khawajah Ghulam Hasan, seorang syekh dari tarekat Naqshabandi, setiap menatap orang kafir dengan penuh perhatian, maka sikafir itu akan menjadi seorang muslim. Banyak pemuda hindu menjadi muslim dengan cara demikian.

Sejumlah orang hindu lalu mengajukan perkara dengan tuduhan bahwa Syekh ini telah melakukan pemaksaaan terhadap pemuda mereka untuk menjadi muslim. Beliau lalu dipanggil kepengadilan.

Ketika bertanya mengapa dirinya dipanggil, hakim mengatakan bahwa ia dituduh telah memaksa para pemuda hindu agar menjadi muslim. Syekh terheran-heran mendengar inti tuduhannya yang dikenakan kepadanya itu, dan kemudian mengalihkan pandangannya kepada para penuntutnya.

"Apakah aku telah membuatmu menjadi seorang muslim ?" tanya syekh kepada salah seorang diantara mereka.

Sungguh mengherankan, karena orang yang ditanya malah langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Begitu seterusnya, setiap Syekh menatap dan bertanya, maka orang tersebut mengucapkan syahadat.

Karena takut kemungkinan Syekh menatapnya, seorang hakim hindu lalu bertanya, "cukup, sekarang saya sudah memahami persoalannya,"

Ia pun mengahapus semua tuduhan dan Syekh terbebas dengan mulia dan terhormat.

Diceritakan pula, Syekh Syah Abdul Qadir suatu ketika menghabiskan waktu hingga 18 tahun di Mesjid Delhi, India. Ditempat itu Beliau ber'itikaf dan menterjemahkan Al-Qur'an.

Waktu Beliau keluar dari masjid, pandangannya tertuju kepada seekor anjing. Demikian hebat pengaruh dari nur pandangan Syekh sehingga anjing itu mengikutinya. dan waktu Syekh menatap anjing-anjing lainnya, hal yang sama juga terjadi.

Dalam sebuah hadist, Nabi SAW menyatakan bahwa pengaruh mata yang jahad dan iri hati adalah kenyataan. Ketika sebagian sahabat dipengaruhi oleh mata jahat, Beliau mengajari mereka, bagaimana cara menghilangkan pengaruh dari mata semacam itu.

Nah, jika pandangan orang yang dengki, iri hati dan membenci memiliki pengaruh, demikian pula dengan pandangan cinta yang tulus, penuh dengan keikhlasan dan rahmat. Namun tentu saja, pengaruh yang ditimbulakan oleh mata jahat dan mata baik sangatlah berbeda.

Kini, ada banyak mata-mata jahat, dengki dan iri hati di sekitar kita. Karena itu, selalu waspada, sebab para pemilik mata ini bisa saja menghasut dan menjerumuskan Anda kejurang kenistaan. Waspada pula terhadap wajah-wajah seperti malaikat namun bermata seperti setan. inilah para penipu ulung Akhir Zaman, yang berkedok kebenaran namun di dalamnya ada sejuta kebusukan.

Semoga tulisan singkat ini dapat senantiasa menjadikan kita selalu bermuhasabbah, sehingga kita di selamatkan oleh Allah SWT dari godaan dunia yang penuh madu, namun di dalam terkandung racun yang mematikan.®

0 Komentar "Mata", Baca atau Masukkan Komentar

Followers